Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Nekad Touring ke Gunung Bromo

Aizzan Blog -- Awal mula berawal dari rasa ingin tahu saya akan indahnya kawah dari gunung Bromo di kawasan tengger yang memiliki lautan pasir yang indah dan mendapatkan cerita dari teman - teman yang sudah pernah berkunjung kesana, nah setelah itu saya mulai mencari hari yang kosong untuk nekad touring ke gunung bromo. Akhirnya dapat hari kosong tanpa aktifitas pada tanggal 1 April 2013, kenapa saya bilang ini sebagai nekad traveler? karena saya touring ke gunung bromo hanya membawa alat sebagai berikut :

  • Seragam Sekolah
  • Tas Ransel
  • Jaket
  • Sepatu
Hanya itu yang saya bawa untuk menemani menuju ke gunung bromo dan tentunya ditemani juga dengan sebuah alat transportasi yakni motor, namun tetap safety berkendara tanpa melanggar lalu lintas ataupun mengganggu kendaraan yang lainnya. Di bawah ini adalah rute yang saya pakai untuk nekad touring ke gunung bromo yang memakan waktu 13 Jam tanpa istirahat, berhenti saat mengisi bahan bakar saja.

  • Kertosono → Mojokerto → Gempol → Pandaan → Pasuruan → Probolinggo → Malang → Batu → Kediri → Kertosono
Nah, berikut ini adalah cerita "Nekad Touring ke Gunung Bromo" yang sebenarnya

Minggu, 31 Maret 2013
Saat malam hari menjelang saya sempat berfikir untuk nekad touring ke gunung bromo dengan saudara saya, walau di hari senin besok itu ada kegiatan di sekolah. Saya nekatin saja buat touring dengan membawa perlengkapan hanya membawa jaket dan tas ransel yang isinya itu adalah buku pejaran sekolah setiap hari.

Senin, 01 April 2013
Pada pukul 07.00 saya berangkat dari rumah bersama saudara laki - laki saya untuk menuju tujuan yang pertama yaitu kota Mojokerto, perjalan yang saya tempuh sekitar satu jam dari kertosono untuk sampai di depan kantor Pemerintah Kota Mojokerto. Dan alangkah beruntungnya saya di sana dapat bertemu dengan teman saya, sebut saja namanya Aji. Setelah bercengkrama sebentar untuk menyingkat waktu perjalan tak lama kemudian saya di antar oleh Aji menuju ke arah Gempol dan di situlah saya berpisah dengan Aji.

Perjalanan terus saya lanjutkan dengan kecepatan kurang lebih 80km/jam karena saya sudah tidak sabar lagi untuk melihat pemandangan tersebut, daerah pandaan dan pasuruan pun sudah saya lewati tanpa halangan bukan berarti saya di jalan ugal - ugalan dan memakan jalan seenaknya.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Sialnya saat memasuki kota Probolinggo pada pukul 11.30 tiba - tiba ban belakang kempes tidak tahu apa penyebabnya, akhirnya keliling dulu dan bertanya - tanya mencari tempat tambal ban alhasil ketemu juga setelah bertanya kesana - kesini. Setelah di cek itu ban belakang eh ternyata ban dalamnya sobek dan ban luar bagian dalam pecah, niat cepat - cepat jadi memakan waktu lama untuk nungguin ganti ban dalam.

Sial yang berikutnya yaitu waktu sudah mulai sore sekitar pukul 13.30 saya mulai naik ke gunung untuk melihat Bromo yang menempuh jarak kurang lebih 30km untuk sampai di tujuan, belum sampai di tujuan hujan kecil - kecil pun datang melanda saya dan membasahi seluruh pakaian yang saya pakai. Sesampainya di kawasan "Taman Nasional Bromo Tengger Semeru" badan saya menjadi menggigil kedinginan sekujur tubuh karena basah semua di tambah dengan suhu yang sangat dingin, karena saya tidak kuat lagi untuk melanjutkan dan jam menunjukan pukul 16.15 saya memutuskan untuk kembali pulang kerumah melalui kota Malang sampai Kediri yang ternyata masih diguyur hujan deras sekali dan sesampai di rumah pukul 20.00.

Waktunya ekspresikan nekadmu dari sekarang biar hidup menjadi lebih berwarna dengan banyak cerita yang kita jalani dan memperbanyak wawasan maupun saudara di mana pun kita berada, seperti video #Nekad Traveler di bawah ini

Previous
Next Post »
0 Komentar